Sikap (Attitude)


Sikap (Attitude) adalah pernyataan-pernyataan evaluative baik itu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan mengenai suatu objek, orang, atau peristiwa. Mereka merefleksikan bagaimana perasaan kita tentang sesuatu.

Komponen Utama dari Sikap

  1. Komponen kognitif (Cognitive Component) dari sebuah sikap yang mendiskripsikan kepercayaan tentang suatu hal. Komponen Kognitif membentuk tahapan yang lebih penting dari sebuah sikap yaitu Komponen Afektif (Afektif Komponen).
  2. Komponen Afektif adalah segmen perasaan atau emosional dari suatu sikap dan direfleksikan dalam pernyataan “Saya Marah karena digaji kecil. Akhirnya afek dapat memicu pada hasil perilaku.
  3. Komponen Perilaku (Behaviour Component) dari sikap menjelaskan maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau seseuatu. Contoh lanjutannya adalah “Saya akan mencari pekerjaan lain dengan gaji lebih baik”.

 



 
Setelah diketahui bahwa terdapat 3 komponen, hal tersebut dapat membantu untuk memahami kerumitan (Complexity) dan hubungan potensial antara sikap dan perilaku. Perlu diingat bahwa ketiga komponen tersebut berkaitan erat. Kognitif dan afektif secara khusus dapat dipisahkan dalam berbagai hal. Contohnya, bayangkan ketika anda menyadari bahwa seseorang telah memperlakukan anda secara tidak adil. Bukankah anda mungkin akan memiliki perasaan tertentu pada hal tersebut? Semua itu terjadi secara Virtual (tidak nyata)  dan secara Instan denagn sebuah realisasi. Maka dari kognitif dan Afektif sangat terkait.



Perilaku Selalu Mengikuti Sikap

Riset awal mengenai sikap mengasumsikan bahwa sikap secara umum berhubungan dengan Perilaku, itu dapat dibukatikan dengan sikap yang dimiliki seseorang menentukan apa yang mereka lakukan. Logika umum juga ada yang meyatakan bahwa terdapat suatu hubungan pada keduanya. Contohnya adalah seseorang yang menonton program televisi yang mereka sukai dan pekerja yang mencoba menghhindari pekerjaaan yang tidak mereka sukai.

Menurut Leon Festlinger berpendapat bahwa sikap mengikuti perilaku. Apakah anda pernah menyadari bagaimana orang-orang mengubah apa yang mereka katakana sehingga tidak bertentangan dengan apa yang mereka lakukan? Mungkin seorang teman anda secara konsisten berpendapat bahwa mobil-mobil amerika Amerika Serikat lebih tidak lebih baik dari mobil impor sampai ayahnya memberikan mobil baru dibuat di Amerika Serikat, dan kemudian dia mengatakan bahwa mobil Amerika Serikat selalu Baik. Festinger lalu mengusulkan bahwa kasus sikap mengikuti perilaku yang mengilustrasikan Disonansi Kognitif. Yaitu setiap ketidakcocokan yang individu rasakan antara dua atau lebih sikap atau antara perilaku dan sikap. Festinger juga berpendapat bahwa semua bentuk inkonsistensi adalah tidak nyaman dan bahwa individu akan berusaha untuk selalu menguranginya. Mereka akan mencari kondisi yang menurut mereka lebih stabil, yakni dengan meminimalisir Disonansi. Tentu saja tidak ada individu yang dapat sepenuhnya menhindari disonansi. mislanya, anda mengetahui bahwa curang dalam pajak penghasilan anda merupakan perbuatan yang salah.


Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A, 2014, Organizational Behavior, 16th Edition, McGraw-Hill.

0 komentar:

Post a Comment