TEORI HAK

 Toeri hak untuk pendekatan etika bisnis  sepertinya menjadi pendekatan yang banyak dipakai mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Sebetulnya teori hak merupakan suaut aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malahan bisa dikatakan, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi dari uang logam yang sama. Kewajiban dari seseorang diikuti juga hak dari orang lain. 

Dimisalkan ketika kita berjanji, jika saya berjanji sesuatu kepada orang lain atau teman, saya berkewajiban untuk menepati janji saya, sedangkan teman itu berhak bahwa saya  melakukan apa yang saya janjikan.

Dalam teori etika dulu ditekankan terbesar kepada kewajiban, tetapi untuk sekarang ini kita mengalami keadaan sebaliknya, karena sekarang segi hak paling ditonjolkan. Biaroun teori hak ini sebetulnya berakar dalam deontologi, namun sekarang ia mendapat suatu identitas tesendiri dan karena itu pantas dibahas tesendiri pula.

Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karene itu teori hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Entah menjabat raja, atau lahir sebagai bangsawan, atau termasuk rakyat biasa, martabatnya sama saja. Entah seorang kaya atau miskin. atau dalam keadaan ekonomi yang sedang, dari segi martabatnya tidak ada perbedaan dan akibatnya ia tidak boleh diperlakukan dengan ara yang berbeda. Teori hak sekarang begitu populer, karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap individu yang memiliki harkat tersendiri. Karena itu manusia individu siapa pun tidak pernah boleh dikorbankan demi tercapainya suatu tujuan yang lain.

Manusia merupakan suatu tujuan pada dirinya (an end in itself). Immanuel Kant

Karena itu manusia selalu harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan lain.

Dalam hal ini etika bisnis dalam bentuk sekarang hanya melanjutkan perjuangan di bidang sosio-ekonomi yang berlangsung pada masa sebelumnya. Perjuangan kaum buruh dalam zaman industrialisasi seluruhnya dilatarbelakangi wawasan hak. Demikian juga upaya wanita untuk mencapai status sama dengan pria.