Formalisasi

Formalisasi
            Mengacu pada keadaan yang mana pekerjaan di dalam organisasi telah terstantardisasi. Jika suatu pekerjaan sangat terformalisasi, maka yang  berkuasa memiliki sejumlah keleluasaan yang minimal atas apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya. Para pekerja salalu dapat mengharapakan untuk menangani input yang sama dengan cara yang persis sama, menghasilakan output yang konsisten dan sama.
            Terdapat deskripsi pekerjaan secara eksplisit, banyak sekali aturan organisasi, dan prosedur yang didefinisikan secara jelas yang mencakup poses kerja dalam organisasi yang mana terdapat formalisasi yang tinggi. Di mana tingkat formalisasinya rendah, maka perilaku pekerjaan secara relative tidak terprogram, dan para pekerja memiliki sejumlah besar kebebasan untuk menjalankan kebijakan dalam pekerjaan mereka. Formaisasi tidak hanya menghasilkan kemungkinan para pekerja untuk lebih terlibat dalam alternative-alternatif perilaku, tetapi bahkan menghapuskan kebutuhan bagi para pekerja untuk mempertimbangkan alternative-alternative yang ada. Derajat formalisasi dapat bervariasi secara luar di antara dan di dalam organisasi.
Dalam formalisasi yang tinggi terdapat
Deskripsi pekerjaan yang sangat jelas atau eksplisit
Banyaknya aturan yang mengikat tindakan seseorang dalam organisasi
Prosedur dalam menjalankan pekerjaan sangat runtut jelas terformalisasi
Organiasasi memiliki standar yang telah ditentukan

Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A, 2014, Organizational Behavior, 16th Edition, McGraw-Hill.


Sentralisasi dan Desentralisasi

Sentralisasi dan Desentralisasi
Sentralisasi (centralization)
            Merupakan kodnisi yang mana pengambilan keputuasan  dipusatkan pada satu titik tynggal dalam organisasi. Dalam organsiasai yang tersentralisasi, pada manajer puncak yang mengambil seluruh keputusan, dan para manajer level rendah naya melaksanakan pengarahan dari mereka.  Konsep dari sentralisasi hanya meliputi otoritas formal yaitu hak-hak yang melekat pada suatu posisi.
Desentralisasi (decentralization)
            Suatu organisasi yang terdesentralisasi dapat bertindak dengan lebih cepat untuk memecahkan permasalahan, banyak orang yang akan memberikan masukan ke dalam keputusan, dan para pekerja sedikit kecenderungan untuk merasa terasing dari mereka yang mengambil keputusan yang dapat memengaruhi kelangsungan pekerjaan mereka.
            Desentralisasi sering kali diperlukan bagi perusahaan dengan lokasi di luar negeri karena pengambila keputusan yang bersifat local diperlukan untuk memberikan tanggaoan terhadao ekyang keuntungan tiap-tiap daerah, basis klien, dan undang-undang tertentu, sementara pengawasan yang tersentralisasi deperlukan untuk mempertahankan  para manajer regional yang bertanggung jawab. Kegagalan dalam menyeimbangkan prioritas-prioritas tersebut dapat membahayakan, tidak hanya perusahaan semata tetapi juga hubungan dengan pemerintah luar negeri.
            Manajemen berupaya untuk membuat organisasi menjadi lebih fleksibel dan responsive telah menghasilkan kecenderungan terbaru yang  mengarah pada pengambilan keputusan yang terdesentralisasi oleh para manejer level bawah, yang lebih dekat dengan tindakan dan umumnya memiliki lebih banyak pengetahua yang terperinci mengenai permasalahan daripada para manejer puncak.
            Riset yang baru mengindikasikan bahwa efek dari sentralisasi dan desentralisasi dapat diprediksikan: Orang yang tersentralisasi lebih baik dalam menghindari kesalahan komisi (pilihan yang buruk). Sementara itu organisasi yang terdesentralisasi lebih baik dalam menghindari kesalahan akibat kelalaian (keharusan peluang).

Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A, 2014, Organizational Behavior, 16th Edition, McGraw-Hill.


RENTANG KENDALI

     A.    RENTANG KENDALI
Rentang kendali (Span of Control) disini memiliki arti sebagai sejumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara lebih efisien dan efektif. Pertanyaan mengenai rentang kendali ini penting karena sangat menentukan jumlah level dan manajer yang harus dimiliki oleh organisasi. Semuanya menjadi seimbang, semakin lebar atau besarnya rentang, akan semakin efektif sebuah organisasi tersebut.
            Asumsikan bahwa dua organisasi masing-masing memiliki sekitar 4100 pekerja pada level operasional. Salah satunya meiliki empat rentang yang sama dan yang lainnya memiliki rentang delapan. Jika rata-rata manajer menghasilkan $50.000 satu tahun, Maka rentang yang semakin lebar akan menghemat $40 juta satu tahun untuk gaji manajemen. Tentu saja, rentang yang semakin lebar tersebut  lebih efisien dalam hal biaya. Namun, di beberapa poin ketika para supervisor tidak lagi memiliki waktu untuk menyediakan kepemimpinan dan dukungan yang dibutuhkan , mereka akan menyebabkan efektifitas dan kinerja pekerja menurun.
            Rentang yang sempit atau kecil memiliki para pendukung mereka. Dengan mempertahankan rentang kendali menjadi 5 atau 6 pekerja, maka seorang manajer dapat mempertahankan kendali penuh. Tetapi rentang yang sempit memiliki tiga kelemahan utama. Pertama, mereka memakan biaya yang mahal karena menambah jumlah level manajemen. Kedua, mereka melakukan komunikasi secara vertical dalam organisasi yang lebih kompleks. Level hierarkhi yang ditambahkan akan memperlambat pengambilan keputusan dan cenderung mengisolasi manajemen yang lebih atas. Ketiga, Rentang yang sempit akan mendorong terbukanya supervise yang ketat dan melemahkan kemandirian pekerja.

Membandingkan Rentang Kembali


Sumber : Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A, 2014, Organizational Behavior, 16th Edition, McGraw-Hill.