4 Bauran Pemasaran atau Marketing Mix

 

4 Bauran Pemasaran atau Marketing Mix - manajemenmudah

Konsep Marketing Mix di kenalkan oleh Neil Borden yang terinspirasi oleh Gagasan James Cullington. Marketing Mix atau juga disebut dengan  bauran pemasaran merupakan suatu rangkaian tindakan, atau strategi yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau pelaku bisnis untuk mendapatkan respon yang dinginkan dari tarket pasar dalam mempromosikan jasa atau produk yang mereka jual di pasar.

 

Konsep Marketing Mix 4P

1. Product (Produk)


Menentukan Produk yang dibutuhkan atau diinginkan oleh pasar adalah penting. Produk merupakan sesuatu yang dapat dijual oleh sebuah perusahaan baik itu berbentuk jasa, layanan, barang, atau produk digital. Ketika mengembangkan sebuah produk, sobat perlu memastikan terlebih dahulu apakah produk tersebut diinginkan atau dibutuhkan oleh pasar atau tidak. Selain itu, produk yang sobat jual juga harus bisa memberi solusi untuk masalah yang dihadapi oleh target konsumen sobat.

2. Price (Harga)

Menentukan besarnya harga yang bersaing di pasar penting untuk dipertimbangkan dalam marketing mix. Price atau harga adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh target konsumen untuk membeli atau menggunakan produk yang ditawarkan. Harga yang ditetapkan tergantung dari nilai produk yang dapat dirasakan oleh konsumen. Ketika produk memiliki harga yang rendah, maka produk dapat digunakan oleh lebih banyak konsumen, sedangkan harga yang tinggi akan menarik pelanggan yang mencari eksklusivitas.

Pada dasarnya, harga yang ditetapkan harus lebih tinggi dari biaya produksi sobat. Hal tersebut perlu sobat perhatikan karena konsep price ini akan menentukan keuntungan dan kelangsungan bisnis sobat. Selain itu, harga yang sobat tentukan juga akan mempengaruhi persepsi konsumen mengenai produk sobat.

3. Place (Tempat)
 

Menentukan tempat juga memperhatikan bagaimana kemudahan pasar mendapatkan produk. Place mengacu pada lokasi dimana konsumen dapat menemukan, menggunakan, mengakses atau membeli produk yang disediakan. Selain berbentuk lokasi fisik seperti toko, kantor, pabrik, atau gudang, saat ini unsur place juga dapat berbentuk digital seperti media sosial, marketplace, website, dan lain-lain. Ketika menentukan lokasi, sobat harus memikirkan dimana pelanggan sobat berada. Jika sobat menjualnya secara digital, maka pikirkan platform apa yang sering digunakan oleh target pelanggan sobat.

4. Promotion (Promosi)


Penting pasar mengetahui produk dan apa yang ditawarkan dari produk untuk pasar ketahui. Setelah sobat menentukan product, price, dan place, sekarang adalah saatnya untuk menerapkan strategi promosi. Promotion atau promosi adalah cara untuk mempromosikan produk sobat agar dapat menjangkau target market sehingga menghasilkan penjualan.

Promosi dapat sobat menggunakan katalog, papan reklame, brosur, iklan TV, dan lain-lain. Namun karena perkembangan teknologi, banyak perusahaan yang memilih untuk menggunakan strategi promosi digital yaitu dengan menggunakan media sosial, website, iklan pay per-click, atau yang lain.

Analisis pemasaran perkembangan mixue di Indonesia

 

Analisis pemasaran perkembangan mixue di Indonesia - manajemenmudah

 1. Trading Area

Mixue menggunakan metode trading area, mereka memanfaatkan daerah yang padat pada kota kecil dan daerah dekat pendidikan seperti sekolah serta Universitas.

2. Target pasar yang tepat


Dengan menerapkan harga produk terjangkau, bisa disebut bahwa Mixue menyasar target kalangan menengah ke bawah.

3. Pertumbuhan cepat dengan metode kemitraan

Konsep kemitraan membuat Mixue dapat menggarap market yang lebih besar, terlebih biaya kemitraan masih tergolong terjangkau untuk sebuah franchise sebesar ini.

4. Branding Activity

Diera sekarang, branding activity alias aktif melakukan komunikasi brand menjadi hal yang sangat penting.

Tujuannya tak lain adalah agar brand kita semakin dikenal luas.

5. Terus berinovasi


Agar dapat terus bersaing dengan brand sejenis lainnya, Mixue terus berinovasi dengan menciptakan berbagai menu baru dan juga promo menarik.

 

Sumber : ruanganguru.org

Pengertian Tes Kepribadian Hexaco

 

Pengertian Tes Kepribadian Hexaco manajemenmudah

Variabel kepribadian HEXACO menggunakan skala Brief HEXACO Inventory (BHI) yang dikembangkan oleh (Vries, 2013) yang menyederhanakan The HEXACO-60 A Short Measure (Ashton & Lee, 2009) yang terdiri dari 60 item. De Vries (2013) menyederhanakannya menjadi 24 item pertanyaan yang mencakup enam aspek, yaitu:

  • Honesty-Humility
  • Emotionally
  • Extraversion
  • Agreeableness
  • Conscientious
  • Openess to Experience


Pemberian skor pada skala kepribadian HEXACO menggunkanan 5 skala likert dengan 1 sangat tidak setuju hingga 5 sangat setuju.

Menurut Ashton dan Lee (2007) hexaco personality merupakan struktur kepribadian yang terdiri terdiri dari enam dimensi yaitu Honesty-Humility (kejujuran dan kerendahan hati) (H), Emotionality (emosional) (E), Extraversion (kenyamanan) (X), Agreeableness (keramahan) (A), Conscientiousness (kesadaran) (C), dan Openness to Experience (keterbukaanterhadap pengalaman). Setiap faktor terdiri dari sifat-sifat dengan karakteristik yang menunjukkan tingkat tinggi dan rendah dari faktor.

Model HEXACO dikembangkan melalui metode yang mirip dengan taksonomi sifat lain dan dibangun di atas karya Costa dan McCrae dan Goldberg. oleh karena itu, terbagi dalam beberapa elemen umum dengan model ciri lainnya. Namun, model HEXACO adalah unik terutama karena penambahan dimensi kejujuran dan kerendahan hati.

 

sumber : psykologymania.com

Aspek yang Diukur Oleh tes Hexaco

 

Aspek yang Diukur Oleh tes Hexaco - manajemenmudah


Aspek-aspek hexaco personality menurutut Ashton & Lee (2007) sebagai berikut:

Honesty-Humility (kejujuran dan kerendahan hati)

Dimensi kejujuran-rendah hati mengukur perbedaan individu dalamketulusan, keadilan, keserakahan dan kesopanan yang dilakukanolehindividu. Dimensi ini sedikit berbeda dari lima dimensi lainnya. Dimensi ini cenderung digunakan untuk memprediksi perilaku kenakalan ditempat kerja, pengambilan resiko, dendam, kreativitas dan beberapa ciri kepribadian lainnya. Skala pada dimensi ini mengukur kesediaanindividu untuk menjadi manipulatif atau tidak jujur dalamhubungan 30mereka dengan orang lain. Serta kecenderungan orang untukmenggunakan penipuan, menjadi korup, atau mengambil keuntungandari orang lain. Sedangkan individu yang memiliki nilai tinggi cenderungmemiliki integritas dan berperilaku dengan cara yang memperlakukansemua pihak secara adil.

Orang-orang dengan skor yang sangat tinggi pada skala Kejujuran-Kerendahan Hati menghindari memanipulasi orang lain untuk keuntungan pribadi, merasakan sedikit godaan untuk melanggar aturan, tidak tertarik pada kekayaan dan kemewahan yang mewah, dan tidak merasakan hak khusus atas status sosial yang tinggi. Sebaliknya, orang dengan skor yang sangat rendah pada skala ini akan menyanjung orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, cenderung melanggar peraturan demi keuntungan pribadi, termotivasi oleh keuntungan materi, dan merasakan rasa kepentingan diri yang kuat.

Emotionality (emosional)

Individu yang memiliki nilai skor tinggi pada emotionalitycenderung memiliki kecemasan, tempramental, mengasihani diri sendiri, sangat sadar akan dirinya sendiri, emosional dan rentan terhadapgangguan yang berhubungan dengan stres. Individu yang memiliki skor rendah pada dimensi ini akan cenderung tenang, tidak tempramental, puas terhadap dirinya sendiri, dan tidak emosional (Feist &Feist, 2009).

Orang dengan skor sangat tinggi pada skala Emosionalitas mengalami ketakutan akan bahaya fisik, mengalami kecemasan dalam menanggapi tekanan hidup, merasakan kebutuhan akan dukungan emosional dari orang lain, dan merasakan empati dan keterikatan sentimental dengan orang lain. Sebaliknya, orang dengan skor yang sangat rendah pada skala ini tidak terhalang oleh kemungkinan bahaya fisik, merasa sedikit khawatir bahkan dalam situasi stres, memiliki sedikit kebutuhan untuk berbagi kekhawatiran mereka dengan orang lain, dan merasa terpisah secara emosional dari orang lain.

Extraversion (kenyamanan)

Individu dengan skor tinggi pada extraversion cenderung penuh kasih sayang, ceria, senang berbicara, senang berkumpul, danmenyenangkan. Sebaliknya, individu yang memiliki skor rendahbiasanya tertutup, pendiam, penyendiri, pasif, dan tidak mempunyai cukup kemampuan untuk mengekspresiakan emosi yang kuat (Feist &Feist, 2009).

Orang dengan skor sangat tinggi pada skala Extraversion merasa positif tentang diri mereka sendiri, merasa percaya diri saat memimpin atau berbicara dengan sekelompok orang, menikmati pertemuan dan interaksi sosial, dan mengalami perasaan antusiasme dan energi yang positif. Sebaliknya, orang dengan skor sangat rendah pada skala ini menganggap dirinya tidak populer, merasa canggung ketika menjadi pusat perhatian sosial, acuh tak acuh terhadap aktivitas sosial, dan merasa kurang bersemangat dan optimis dibandingkan orang lain.

Agreeableness (keramahan)

Individu yang berhati lembut dengan individu yang dapat dikatakankejam. Individu yang memiliki skor mengarah pada keramahancenderung mudah percaya, murah hati, pengalah, mudah menerima, dan 31memiliki perilaku yang baik. Individu yang memiliki skor denganarahsebaliknya, cenderung penuh curiga, pelit tidak ramah, mudah kesal, danpenuh kritik terhadap orang lain (Feist & Feist, 2009). e.Conscientiousness (kesadaran ) Individu yang teratur, terkontrol terorganisasi, ambisius, terfokuspada pencapaian, dan memiliki disiplin diri. Secara umumindividuyangmempunyai skor C yang tinggi biasanya pekerja keras berhati-hati, tepat waktu, dan mampu bertahan. Sebaliknya, individu yang mempunyai skor C rendah cenderung tidak teratur, ceroboh, pemalas, serta tidak memiliki tujuan dan lebih mungkin menyerah saat mulai menemui kesulitan dalammengerjakan sesuatu (Feist & Feist, 2009).

Orang dengan skor sangat tinggi pada skala Agreeableness memaafkan kesalahan yang mereka derita, toleran dalam menilai orang lain, mau berkompromi dan bekerja sama dengan orang lain, dan dapat dengan mudah mengendalikan amarahnya. Sebaliknya, orang-orang dengan skor yang sangat rendah pada skala ini menyimpan dendam terhadap mereka yang telah menyakiti mereka, agak kritis terhadap kekurangan orang lain, keras kepala dalam mempertahankan sudut pandang mereka, dan mudah marah dalam menanggapi perlakuan buruk.

Openness to Experience (keterbukaan terhadap pengalaman)


Membedakan antara individu yang memiliki keragaman dengan individu yang mempunyai suatu kebutuhan atas akhir yang sempurna, serta yang tetap merasa nyaman dengan asosiasi individu terhadaphal-hal dan individu-individu yang tidak asing. Individu yang secarakonsisten mencari pengalaman berbeda dan bervariasi akan memiliki skor yang tinggi pada keterbukaan terhadap pengalaman. Individuyangmemiliki keterbukaan tinggi cenderung mempertanyakan nilai-nilai tradisional, sementara individu yang memiliki skor rendah terhadapketerbukaan cenderung mendukung nilai tradisional dan memeliharagaya hidup yang konstan, penuh rasa penasaran, terbuka, dan lebihbervariasi. Sebaliknya individu yang memiliki nilai rendah terhadap pengalaman biasanya cenderung konvensional, rendah hati, konservatif, dan tidak terlalu penasaran dengan sesuatu (Feist & Feist, 2009).

Orang dengan skor sangat tinggi pada skala Keterbukaan terhadap Pengalaman menjadi terserap dalam keindahan seni dan alam, ingin tahu tentang berbagai bidang pengetahuan, menggunakan imajinasi mereka secara bebas dalam kehidupan sehari-hari, dan tertarik pada ide atau orang yang tidak biasa . Sebaliknya, orang dengan skor yang sangat rendah pada skala ini agak tidak terkesan oleh sebagian besar karya seni, merasakan sedikit keingintahuan intelektual, menghindari kegiatan kreatif, dan merasa sedikit ketertarikan terhadap ide-ide yang mungkin tampak radikal atau tidak konvensional.


Sumber : hexaco.org dan psykologymania.com

Masalah Utama dalam Perekonomian - Masalah Pengangguran

Masalah Utama dalam Perekonomian - Masalah Pengangguran - manajemenmudah

 

Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Seseorang yang tidak bekerja, tetapi tidak secara aktif mencari pekerjaan tidak tergolong sebagai pengangguran. Sebagai contoh, ibu rumah tangga yang tidak ingin bekerja karena ingin mengurus keluarganya tidak tergolong sebagai pengangguran. Seorang anak keluarga kaya yang tidak mau bekerja karena gajinya lebih rendah dari yang diinginkannya juga tidak tergolong sebagai pengangguran. Ibu rumah tangga dan anak orang kaya tersebut dinamakan pengangguran sukarela.

Sebab Berlakunya Pengangguran

Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Pengeluaran agregat (aggregate expenditures) adalah jumlah pengeluaran untuk barang dan jasa dalam sebuah perekonomian. Para pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud untuk mencari keuntungan. Keuntungan tesebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah pengangguran tenaga kerja. Dengan demikian terdapat perhubungan yang erat di antara tikat pendapatan nasional yang dicapai dengan penggunakan ternaga kerja yang dilakukan, semakin tinggi pedapatan nasional , semakin banyak penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian.

Telah diterangkan dalam uraian sebelum ini bahwa pada umumnya pengeluaran agregat yang terwujud dalam perekonomian adalah lebih rendah dari pengeluaran agregat yang diperlukan untuk mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Kekurangan permintaan agregat ini adalah faktor penting yang menimbulkan pengangguran. Disamping itu faktor-faktor lain yang menimbulkan pengangguran adalah

  • Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik
  • Pengusaha menggunakan peralatan produksi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja
  • Ketidaksesuaian di antara keterampilan pekerja yang sebenarnya dengan keterampilan yang dilakukan dalam industri-industri.

 Akibat Buruk Pengangguran

Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran sesuatu masyarakat adalah tingkat pendapatannya. Pendapatan masyarakat mencapai maksimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Pengangguran mengurangi pedanpatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai.

Ditinjau dari sudut individu  pengangguran menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosoal kepada yang mengalaminya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu ia dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk kepada panganggur dan keluarganya.

Apabila keadaan pengangguran di suatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek yang buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang.

Nyatanya bahwa masalah pengangguran adalah masalah sangat buruk egeknya kepada perekonomian dan masuarakat, dan oleh sebab itu secara tersu menerus usaha-usaha harus dilakukan untuk menatasinya.


 

Sumber

Buku : Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Tiga

Penulis : Sadono Sukirno

Cetakan ke-21 tahun 2012

Penerbit : PT Rajagrafindo Persada

Jakarta

 

 

Apa saja komponen dalam Neraca saat Menyusun Laporan Keuangan

Apa saja komponen dalam Neraca saat Menyusun Laporan Keuangan - manajemenmudah
 Komponen Neraca

Sama seperti laporan keuangan lainnya, di dalam neraca pun terdapat beberapa komponen yang penting dalam pembuatannya. Nah, komponen di dalam neraca yang penting adalah sebagai berikut:


1. Aset (Assets)
Di dalam komponen yang pertama ini, Anda bisa menemukan dua jenis aset, yakni aset berwujud dan juga aset tidak berwujud.

Biasanya, aset berwujud ini terdiri dari beberapa hal di bawah ini:
1.    Aset lancar dalam bentuk persediaan, kas, piutang, perlengkapan, investasi jangka panjang dan lain sebagainya.
2.    Aset tetap dalam bentuk kendaraan, peralatan, bangunan, mesin, dan sumber daya fisik lainnya.

Lalu, aset tidak berwujud adalah suatu hak dan juga sumber daya non fisik, seperti halnya hak paten, hak cipta, goodwill, dan lain sebagainya.

2. Kewajiban atau Liabilitas (Liability)
Komponen neraca yang kedua adalah liabilitas. Komponen ini adalah suatu kewajiban atau utang perusahaan yang bisa terjadi atau muncul ketika perusahaan menjalankan operasi bisnisnya. Contoh sederhananya adalah seperti perusahaan memerlukan modal tambahan untuk keperluan membeli peralatan ataupun hal lainnya, sehingga perusahaan pun harus mengambil kredit dari bank.
Biasanya, penyelesaian kewajiban ini bisa dilakukan dengan cara mengirim manfaat ekonomi, seperti barang, kas ataupun jasa layanan.
Bila dilihat dari sisi waktu jatuh temponya, maka kewajiban ini terbagi menjadi dua, yakni kewajiban lancar dan juga kewajiban dalam jangka panjang.
Pada kewajiban lancar, biasanya waktu jatuh temponya adalah dalam kurun waktu satu tahun. Sebaliknya, kewajiban jangka panjang umumnya mempunyai waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Beberapa akun yang tergolong di dalam komponen liabilitas adalah sebagai berikut:
⦁    Kewajiban lancar: utang bunga, utang lancar, utang gaji, dan lain sebagainya.
⦁    Kewajiban jangka panjang: wesel bayar, obligasi, jaminan produk jangka panjang, sewa guna bisnis, sampai kewajiban pensiun.

3 Ekuitas atau Modal (Equity)
Komponen ketiga atau komponen terakhir dari neraca adalah modal atau ekuitas. Nilai ekuitas ini bisa Anda ketahui dari aset residual yang sudah dikurangi dengan kewajiban.
Contohnya, PT A mempunyai aset total sebanyak Rp. 10.000.000 dan memiliki kewajiban total sebanyak Rp. 4.000.000. Nah, untuk menghitung ekuitasnya, kita bisa menghitungnya dengan cara Rp. 10.000.000 – Rp. 4.000.000 = Rp. 6.000.000.
Biasanya, ekuitas ini terdiri dari dana dari pemilik perusahaan dan pemegang saham dan juga cadangan serta laba ditahan yang sudah dikurang dengan dividen. Oleh karena itu, ekuitas bisa ditingkatkan lagi nominalnya dengan cara menarik lebih banyak para investor untuk melakukan investasi atau dengan cara meningkatkan laba perusahaan.

 

Sumber : accurate id